Strategi Perang di Pasar

Strategi yang diterapkan untuk bisnis adalah sebuah fenomena baru. Istilah ‘strategi’ berasal dari ilmu militer dan menggambarkan bagaimana mengatur dan menyebarkan pasukannya dalam pertempuran dengan tujuan untuk mencapai kemenangan dengan mengalahkan musuh.

Strategi bisnis menggambarkan bagaimana kita harus mengatur bisnis dengan strategi kita dalam menempatkan sumber daya yang ada untuk bersaing agar mendapatkan perhatian pelanggan di pasar (pasar sebagai target operasi), kemudian menghadapi pesaing dan faktor-faktor eksternal lainnya yang hadir ancaman terhadap bisnis kita (mengalahkan musuh, produk kita mendominasi pasar).

Kesiapan amunisi dan bekal kita dalam perang bisnis dapat dikontrol dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Pelanggan dan pasar – yang pelanggan (dan pasar) yang harus kita targetkan?
  2. Produk dan / atau jasa – apa yang harus kita jual ke pelanggan ini?
  3. Organisasi sumber daya dan kompetensi, seperti orang-orang, proses, struktur dan sistem – bagaimana seharusnya kita mengatur bisnis agar mendapatkan produk-produk / jasa untuk dijual kepada para pelanggan kita?
  4. Keuangan, baik modal kerja dan modal jangka panjang – berapa banyak uang yang akan kita perlukan untuk membuat strategi dapat berjalan dan untuk mencapai tujuan perusahaan kita?


Strategi Bisnis adalah konsep total dengan kemampuan untuk merangkul setiap fungsi dalam bisnis, antara lain : pelanggan, produk atau layanan, penelitian dan pengembangan, pemasaran, produksi, pembelian, logistik, operasi, administrasi, personalia, sistem informasi dan keuangan. Hal itu semua ditunutut agar bisa berjalan bersama-sama untuk menghasilkan keuntungan perusahaan: lebih tajam fokus kita pada kebutuhan pelanggan kita dan semakin dekat jajaran dari organisasi kita dengan kebutuhan tersebut, semakin tinggi tingkat keuntungan.

Pada kenyataannya setiap pelanggan bebas menentukan pilihannya, mereka dapat membeli dari kita, dari pesaing, atau bahkan menunda pembelian mereka untuk sementara atau bahkan permanen. Disinilah hukum aksi dan reaksi selalu diperlukan, oleh karena itu kita harus jeli dan cermat dalam membaca sandi-sandi rahasia yang implisit maupun yang eksplisit. Dengan demikian, perilaku konsumen merupakan dasar untuk kita membuat strategi bisnis. Ini adalah target yang bergerak, terus-menerus mengubah bentuk dan komposisi. Dan sebagai hasilnya, kita juga harus tetap bergerak untuk meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar.

Strategi bisnis bisa jadi tidak harus ditulis dalam sebuah rencana bisnis secara tertib, tetapi yang menjadi dasar pemikiran kita adalah bahwa semua bisnis memiliki strategi perangnya sendiri-sendiri, karena setiap produk / jasa memiliki spesifikasi pada:

  • Pelanggan, kepada siapa mereka menjual.
  • Pasar, dimana mereka bersaing.
  • Produk atau jasa, apa saja yang bisa terjual di pasar.
  • Organisasi sumber daya, yang dibutuhkan untuk membuat pemasarannya berlangsung.
  • Sumber keuangan, yang mendukung semua kegiatan.


Secara teori, profitabilitas dapat kita tingkatkan dengan memperbaiki strategi, seperti sumber daya yang lebih efektif dan memusatkan perhatian pada pelanggan yang tepat. Sehingga kita pengusaha kecil dan menengah umumnya mengakui bahwa kita yakin usaha kita bisa menjadi lebih menguntungkan pada masa mendatang. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah:
Apa strategi Anda?
Seberapa baik strategi itu bekerja?
Apakah tujuan perusahaan tercapai dengannya?


Satu-satunya pertanyaan kuncinya adalah: Bagaimana?

arifunasiin

05 februari 2010

Written by arifunasiin

2 Comments

Isparmo

Mantab Kang,

Luar biasa filosofi yang diungkapkan. Yang luar biasa lagi sih semangat bisnisnya dan semangat nulis blognya.

Lanjut kan perjuangannmu Nak…

bangindo

Asal perangnya dengan tidak menghalalkan segala cara ya,
intinya adalah kita semakin kompetitif di pasar dibandingkan pesaing atau “musuh” yang tidak harus selalu dimatikan 🙂

Comments are closed.