Segmentasi, Sebuah Upaya Efisiensi

Sudah lazim memang bagi wirausahawan terutama kita yang masih mulai bangkit pada fase-fase awal usaha, faktor effisiensi dalam pemasaran akan kita jadikan pertimbangan utama, karena biasanya dengan amunisi (modal, tenaga dan pemikiran) yang terbatas kita menginginkan dapat meraup pelanggan di pasar secara signifikan. Hal itu bisa saja kita lakukan, strateginya adalah membuat segmentasi pasar dengan mendefinisikan perilaku pelanggan kita.

Segmentasi Pasar ini menjadi penting untuk kita, dikarenakan pada pelanggan yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda dan berangkat dari kondisi yang selalu tidak sama. Tapi, bisa kita pilah kebutuhan pelanggan itu menumpu pada 3 pertimbangan :

  • kualitas,
  • pelayanan, dan
  • harga.

Bisa saja salah satu pertimbangan itu mendominasi kebutuhan pelanggan, tapi umumnya adalah kombinasi dari 2 atau 3 faktor tersebut.

Hal ini bisa kita baca pada kenyataannya bahwa, ada beberapa pelanggan kita tidak tertarik untuk memperhitungkan harga sama sekali, karena selalu kualitas adalah prioritasnya; juga ada banyak toko kita yang bersaing untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang terbaik kepada pelanggan karena pelanggan adalah pihak yang berhak memilih terutama bila produk/jasa tersebut banyak penyedianya; pun ada pelanggan yang selalu melirik pada harga termurah dan mengesampingkan kualitas serta pelayanan.

Nah, proses mengidentifikasi pelanggan dengan segala atribut perilaku mereka ketika membeli inilah yang kemudian kita sebut dengan ”Segmentasi Pasar”.

Segmentasi pasar konsep sederhananya adalah untuk menyelaraskan bisnis kita dengan pasar kita secara lebih privat pada tiap segmennya. Bahkan bila memungkinkan, perlu rasanya kita untuk membentuk unit bisnis yang terpisah atau tim khusus yang melayani kepada masing-masing segmen tersebut.

Unit bisnis atau tim khusus inilah yang kemudian menggarap pelanggan-pelanggan kita yang identik atau dengan perilaku yang serupa, dengan alasan bahwa proses menemukan pelanggan, berkomunikasi dengan pelanggan, menjual dan melayani mereka memerlukan pendekatan yang hampir sama standarnya, kemudian dari sinilah kita juga telah melakukan efisiensi secara internal pada strategi pemasaran kita.

Sampai disini, apakah ada dari kita yang belum paham dengan apa yang dimaksud dengan perilaku pelanggan? Mungkin ada di sebagian kita yang belum menangkap poin ini, karena itu adalah fenomena yang begitu kompleks – ada psikologis, sosiologis, ekonomi dan alasan-alasan lain untuk berbagai jenis perilaku – maka tidaklah mengherankan bahwa masih dari kita agak kesulitan untuk membacanya.

Kekurang pahaman ini biasanya membuat kita cenderung mencari karakteristik dangkal dan permukaan saja, karena kita inginnya mengelompokan pelanggan dengan cara yang praktis.

Karenanya PR kita sekarang adalah, kita harus mencari tahu sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya, dari pelanggan-pelanggan kita!

Written by arifunasiin