Pelanggan Berkah di Awal Usaha

Patut kita syukuri bahwa bisnis kita saat ini telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir atau mungkin bisnisnya sudah stabil tapi kita masih saja termangu ketika baru tiba di persimpangan jalan, pada suatu sisi kita telah mulai untuk memfokuskan pada efisiensi internal dan target ideal usaha kita harus tetap tercapai, sedangkan pada sisi yang lain saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produktifitas dan berorientasi pada pertumbuhan.

Dalam kedua kasus tersebut, satu hal yang perlu dicatat adalah pertumbuhan usaha kita sejak dirintis mulai usaha kecil dan informal untuk kemudian kita bawa menjadi usaha menengah, formal dan lebih kompleks, semuanya itu tidaklah datang dengan serta-merta tanpa mengalami perubahan besar pada organisasi usaha kita antara lain: struktur organisasi, orang, proses dan sistem, tujuan, serta kompetensi yang khas serta unik untuk membedakan usaha kita dari para pesaing dan membuat usaha kita menjadi berhasil bertahan sampai saat ini.

Sebagai pendiri tentu sangat memahami beberapa kelemahan daya saingnya sehingga kita siap berusaha sekuat tenaga untuk memberikan tingkat pelayanan yang terbaik. Bagi kita saat itu, tidak ada istilah kesulitan, kita selalu melihat peluang-peluang kreatif dalam situasi komersial apapun, dan ternyata itu adalah visi yang telah menggerakkan sebuah ide menjadi kenyataan bisnis yang terus berdenyut hingga saat ini.

Mari kita evaluasi sejenak bagaimana organisasi bisnis kita dalam tahun-tahun pertama, dengan merenungkan kembali bagaimana cara kita mengembangkan sebuah bisnis. Tahun-tahun awal biasanya ditandai dengan fokus yang tajam pada kebutuhan akan sejumlah kecil pelanggan, struktur yang kurang formal, proses dan sistem yang sederhana, dan informalitas yang ekstrim dengan gaya manajemen yang koboi.

Memuaskan pelanggan pada fase awal ini dengan tingkat pelayanan tertinggi sangat penting bahkan menjadi sebuah keharusan. Penjualan dan pemasaran yang dilakukan langsung oleh kita para pendiri pada umumnya telah menghasilkan hubungan dekat dengan beberapa pelanggan yang loyal.

Perhatian pelanggan biasanya sangat tinggi pada tahap awal pertumbuhan, seperti mengalirnya komplain dari sejumlah pelanggan ketika standar pelayanan sedikit berubah ataupun ketika harga sedikit mahal dibanding para pesaing. Dalam hal ini sisi psikologis dan kedekatan hubungan emosional antara pendiri dan pelanggan merupakan salah satu faktor yang penting, adalah hal lain yang positif ketika pelanggan menghubungi para pembuat keputusan utama (pendiri) untuk mendapatkan respon yang cepat bila ada sesuatu yang salah dan pelanggan tersebut ingin memberikan masukan.

Pelanggan loyal seperti ini adalah modal utama keberhasilan kita dalam tahun-tahun awal, dan beberapa pendiri biasanya secara terbuka mengakui hal ini sebagai kekuatan kunci dalam upayanya untuk berkembang. Ketika tidak lagi bisa memuaskan pelanggan pada masa awal tersebut, kita akan menemui hambatan untuk menumbuhkan sebuah usaha, karena terlalu tingginya resistensi pelanggan akan memperlamban pengembangan usaha kita.

Written by arifunasiin