Nilai Positif Awal Merintis Bisnis

Pada tahun-tahun awal merintis sebuah usaha, sistem dan proses memang tidak perlu formal, biasanya formasinya adalah pendiri menjadi pengendali dan berada di pusat organisasi ‘jaring laba-laba’ tersebut, sehingga kita dengan semua staf dalam hubungan langsung dan terjangkau tanpa pemisah, dan informalitas ini adalah suatu keuntungan, karena formalitas kita anggap membuat hidup lebih sulit karena harus membebankan biaya dan mengganggu hubungan orang normal dan kebiasaan bekerja.

Keuntungan besar lain di awal tahun usaha kita adalah sistem informasi yang prima, hasil dari jalur komunikasi yang pendek.
Ini merupakan hasil proses dari :
a) tidak adanya hirarki pelaporan
b) kedekatan fisik dari sebagian besar staf dengan satu sama lain juga dengan kepada bos,
c) pertimbangan budaya kerja, seringnya berbagi berbagai hal dan rasa ‘senasib’ .

Memahami peranan informasi adalah penting untuk memastikan bahwa kelancaran arus informasi secara aktif selalu terpelihara dalam proses pengembangan usaha. Kita para pendiri selalu menjadi gudang dari semua informasi penting karena kita yang paling dekat dengan proses produksi, pasar, pelanggan, manajer bank, pemasok dan karyawan.

Sembari sebagai pemilik bisnis, kita mulai memastikan bahwa semakin besar arus informasi itu mengalir lancar kepada pengambil keputusan utama selain kita para pendiri, ini positif dan menguntungkan, karena hal tersebut menjadi suatu persyaratan agar pendelegasian kita nantinya menjadi efektif. Dan Apabila kita berhasil melakukan pendelegasian kepada bawahan secara gradual dan kemudian tugas kita juga mulai mereka implementasikan inilah kemudian diakui sebagai solusi upaya untuk membantu mendistribusi beban pekerjaan kita para pendiri.

Kemana arah para pendiri akan pergi setelah berada pada tahapan ini? Sebagai pendiri usaha, kita akan selalu berbeda dalam menyikapi sedikit kemapanan ini, ini hanya masalah ‘style’ dalam berbisnis saja, umumnya menyatakan cukup dengan itu, katakanlah 10-12 staf saja. Karena penelitian telah menunjukkan bahwa kelompok kecil lebih mudah untuk menemukan tentang arti efisien dan arti kelompok yang solid. Juga penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah 8 orang itu merupakan jangkauan kontrol ‘alamiah’ untuk satu orang bos.

Tetapi bagaimanapun juga dengan ‘style’ bisnis kecil ini tetaplah tidak akan meraih hasil prestasi yang memuaskan, terutama bagi pengusaha-pengusaha yang merasa tertantang untuk mengelola pertumbuhan usaha kecilnya melewati ‘Masa Peralihan’ atau Transisi ini untuk kemudian naik kelas.

-Arifunasiin-

Written by arifunasiin

1 Comment

Comments are closed.