Modal Ujian ke Naik Kelas

Masa transisi dari usaha kecil kita menjadi usaha menengah benar-benar membutuhkan kesiapan kita sebagai pengusaha untuk mengadopsi sikap baru, perilaku cara-cara baru dan keterampilan manajemen tingkat tinggi, tetapi tanpa menjatuhkan beberapa atribut kewirausahaan kita yang luar biasa. Beberapa contohnya adalah:

  • Menjadi pemimpin visioner.
  • Menjadi orang yang mempunyai strategi bisnis, bukan hanya sebuah taktik.
  • Menjadi penyebar informasi daripada penimbun informasi.
  • Merancang aksesibiltas dan sistem informasi manajemen yang dapat diandalkan, terutama untuk memegang resep rahasia, bagian-bagian kunci, pemasok khusus (terutama bagi para pendiri sendiri).
  • Mendiagnosis kelemahan organisasi dan merancang fungsi-fungsi atau bidang baru.
  • Memperkenalkan praktek-praktek perekrutan formal, daripada mempekerjakan seseorang sahabat melalui jaringan informal.
  • Mendidik dan mengembangkan tim manajemen yang baru lahir (yang mungkin tidak memiliki keahlian atau pengetahuan yang cukup untuk mengelola perusahaan).
  • Mendelegasikan tanggung jawab untuk menyampaikan hasil-hasil yang dapat dipercaya orang.
  • Membayar perhatian serius terhadap proses produktifitas yang manusiawi, bukan hanya untuk tugas operasionalnya.
  • Menyediakan fasilitas dan menekankan pada karyawan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
  • Menjadi pembimbing, pelatih dan motivator pencetak manusia handal.
  • Siap berhadapan dengan situasi sulit dan kinerja yang kurang memuaskan.
  • Siap menyerahkan pelanggan terbesar dan terbaik ke tim kunci profesional.
  • Siap bernegosiasi dengan orang dan mempengaruhinya (sekalipun beberapa orang di antaranya, benar-benar tidak kita sukai).
  • Mengagendakan strategi dan rencana positif sebagai hasil dari pertemuan dengan orang-orang kunci di usaha kita.

    Bagaimanakah cara kita untuk mengadopsi sikap baru, perilaku dan keterampilan, sehingga bermutasi menjadi kita manajer profesional?
    Apakah sebenarnya orientasi besar kita sehingga kita harus berbuat demikian?
    Dengan membuat perubahan tersebut, kita terikat untuk melepaskan sebagian kekuatan kita, apakah tidak lebih baik untuk menyewa saja konsultan manajemen, atau bahkan direktur baru secara profesional ataukah justru sudah cukup dengan meng-upgrade karyawan berpotensi saja?

    Dalam hal ini kemampuan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam perlengkapan kompetensi manajemen kita dan kemampuan untuk mengkombinasikan akan porsi yang tepat antara keterampilan dan pengetahuan adalah kunci titik balik dalam melalui masa transisi ini dengan sukses yang gemilang, sehingga akan bisa mengantarkan usaha kecil kita menjadi usaha menengah maupun usaha besar.

    Sebagai pendiri, kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat ‘berjalan sendiri’ karena kita tidak akan pernah memiliki kompetensi lengkap untuk membawa bisnis ke fase pertumbuhan berikutnya.

    Written by arifunasiin