Mimpi Bertemu Rasulullah

2016-01-12 19.56.32

Bagi saya Makam Rasulullah dibawah kubah hijaunya yang membisu disamping Raudhoh itu menjadi daya tarik tersendiri saat berziaroh ke Masjid Nabawi di Madinah ketika itu. Disaat berkesempatan berdiri disebelah makam Rasulullah itu terus terang saya jadi salah tingkah, kikuk dan bingung jadinya. Bagaimana tidak, ucapan “Assalamu’alaika Ya Rasulullah warohmatullahi wabarakatuhu” juga sholawat atas Nabi dan Rasul Allah yang saya ucapan tak putus2 itu rasanya tetap saja tidak cukup mewakili rasa yang membuncah dan mengaduk-aduk dada saya saat itu, karena terasa benar seolah Ruh Rasulullah diijinkan Allah kembali ke jasadnya untuk menjawab salam saya tadi.

Sebenarnya sedikit sekali apa yang saya ketahui dari pribadi Rasulullah Muhammad ini, hanya melalui lembaran-lembaran siroh-nya saja itupun kadang saya enggan untuk serius menyusurinya, tapi ternyata memory yang sekelumit itu hadir menjadi lintasan-lintasan dalam ingatan saya, sosok mengenai dirinya menjadi tampak terbayang jelas disana, terbayang keteguhannya membawa risalah ini, terbayang akhlaknya yang mulia, terbayang gambaran2 pribadi agung, terbayang pemikirannya yang visioner dan yang lain-lainnya. Kagum itu muncul menyeruak memenuhi jiwa yang labil ini, ternyata baru sadar kalau diam-diam saya juga rindu dan pengen bertemu dengan Kekasih Allah yang satu ini.

Sebenarnya saya hanya ingin memendam cerita ini, tapi ketika winamp pas memutar lagu ‘Ya Rasulullah‘-nya Raihan, saya pikir bolehlah renungan ini saya curahkan di blog ini.

………
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukecup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya rasulullah ya habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya rasulullah ya habiballah
Kami rindu padamu

Allahumma solli ala Muhammad
Ya rabbi solli alaihi wasallim

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudekap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu

Kutahu cintamu kepada umat
Umati.. umati..
Kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan kami

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu

Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenanganmu
Ya rasulullah ya habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya rasulullah ya habiballah
Kurniakanlah syafaatmu
………..

Di pesawat dalam perjalanan pulang ke Tanah Air saya ceritakan dengan bersemangat kepada istri, bagaimana ceritanya mengantri untuk sholat di Karpet Hijau-nya Raudhoh hingga mengantri agar bisa lewat di sisi terdekat dengan Makam rasulullah untuk memberi salam kepadanya, karena memang jama’ah perempuan tidak diperkenankan ke Makam rasulullah. Terurai cerita tentang peta dan posisi makam, cerita tentang penampakan makam, cerita tentang indahnya ornamen pagarnya, cerita tentang keberagaman pengunjung beserta segala bentuk doa dan ibadahnya yang terekam dalam ingatan, cerita tentang penjagaan asykarnya, cerita tentang bagaimana perasaan saya, juga cerita tentang doa saya kepada Alloh agar disampaikan titipan salam dari saudara-saudara di Indonesia yang begitu memendam rindu kepada Rasulullah Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam.
Terlihat istri sibuk membuang raut mukanya, kadang ke pundak saya kadang ke jendela. Ada bulir-bulir mutiara yang menetes dari kelopak matanya. Tentulah istri jauh lebih bisa memaknai sosok rasulullah daripada saya, karena dalam tahun terakhir ini dia sibuk menyusuri Serial Muhammad Teladanku dari Sygma Daya Insani, buku Siroh Nabawiyah yang kami beli karena telah dikemas khusus untuk menanamkan akhlak pada anak-anak kami, karena kami tahu kepada Muhammad-lah kami harus mencontoh dan meneladani dalam setiap sendi kehidupan ini.

Saya sadar kami bukanlah siapa-siapa, tapi rasanya tidak terlalu salah kalau kami mempunyai hasrat bertemu dengan Rasulullah Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam, mungkin ini adalah naluri yang wajar dari seorang umat atas Rasul Alloh yang membawakan risalah untuk dirinya. Kalau boleh bermimpi, tentulah kami sekeluarga ingin sekali bertemu dengan Rasulullah Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam dan semoga Allah mengabulkannya, aaamiin.

Gunung Putri, 14 Desember 2011

Written by arifunasiin

2 Comments

Harbun Gandi Subekti

Subhanallah,…
Tulisannya bagus Pak,…
Sampai ke Hati saya,…

Btw, lain kali jika berkunjung ke tanah suci, kami tunggu silaturahimnya,… insya’Allah,..

Comments are closed.