Istirahatlah Barang Sejenak!

Kalau kita rajin mengikuti semua hal yang berkaitan dengan motivasi, tentu istilah ‘asahlah gergaji‘ ini tak asing lagi di telinga kita. Sebuah kaidah telah yang mengajarkan agar kita tak lupa untuk senantiasa kembali ‘mengasah’ apapun yang kita gunakan sebagai ‘master tool‘ dalam mencapai target produktifitas.

Motivator terkenal Andre Wongso pernah mengilustrasikan kaidah ini dengan seorang penebang pohon dengan kapaknya. Logis memang, ketika kita membayangkan penebang pohon tadi menebang 20 pohon tanpa mengasah kapak, bisa ditebak pasti akan memerlukan tenaga dan waktu yang lebih banyak dibandingkan ketika si penebang pohon tadi mengambil sedikit jeda waktu untuk mengasah kapak sembari dia sendiri melepas lelah untuk memulihkan tenaga agar produksinya tetap maksimal tanpa perlu waktu yang banyak target 20 pohonnya cepat tercapai. Sekalipun seolah dia membuang-buang waktunya dengan mengasah kapak, tapi ternyata justru dia jauh menghemat tenaga dan kapasitas produksinya tetap tinggi, disinilah kuncinya.

Kaidah ini umum juga digunakan dalam banyak hal, seperti contohnya di setiap tangga kita akan menemukan bordes (bagian tangga yang datar dan lebih luas daripada anak tangga), pada struktur tower BTS / seluler terdapat platform (tempat berhenti bagi pekerja dan pemanjat tower) untuk setiap beda tinggi kurang lebih 15-20m, untuk jalan raya yang menanjak selalu ada desain jalan datarnya beberapa meter untuk kemudian jalan kembali menanjak, untuk para pendaki gunung biasanya disediakan pos-pos pemberhentian sementara, pesawat pun konon juga tahap demi tahap naik untuk mencapai di ketinggian penerbangan yang disyaratkan, dan mungkin banyak contoh yang lainnya sebagai bentuk penerapan kaidah ini.

Menjadi sebuah sunatullah, diri kita sendiri juga pasti sangat memerlukan fase-fase semacam itu. Tubuh kita punya hak untuk beristirahat, makanya setelah beraktifitas seharian Allah sudah menyediakan malam untuk kita tidur agar jasmani kita lebih segar ketika bangun di pagi harinya. Ruhiyah kita juga sudah disediakan terminal berupa sholat 5 kali sehari agar fresh setelah itu dan kembali siap melanjutkan tugasnya menjadi khalifah di muka bumi ini, makanya rosulullah saw menyampaikan begini kepada sahabatnya “Ya Bilal, arihna bish sholah!” (Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan sholat!).

Oleh karena itu, fikiran kita pasti akan juga memerlukan fase-fase seperti itu, suatu fase berupa hal-hal yang bersifat rekreatif, sedangkan mengenai seperti apa jenis rekreasinya itu menjadi relatif untuk masing-masing individu berdasarkan kemampuan, kebutuhan dan tingkat stressnya.

Sesekali kita memang perlu untuk beristirahat sejenak, tapi untuk kembali kencang berlari mengejar dunia dan akhirat kita.

Written by arifunasiin

3 Comments

Comments are closed.