Dahsyatnya Duplikasi

Sampai saat ini saya masih tertarik dengan cerita, kenapa Mbah Qobil, dalam cerita ‘Habil & Qobil’, harus turut menanggung dosa tiap kali ada kasus pembunuhan dari zaman Nabi Adam hingga Hari Kiamat nanti. Tak terbayang betapa celakanya Mbah Qobil ini hanya karena satu amal buruknya harus menanggung jutaan amal buruk yang berupa seluruh pembunuhan di muka bumi selama ada kehidupan manusia, yang secara kondisi sekarang ini dia sudah meninggal ribuan tahun yang lalu, dan entah berapa puluh, ratus, atau bahkan ribuan tahun lagi kiamat baru akan datang. Padahal sangat susah bagi saya membayangkan apalagi menghitung berapa banyak kasus pembunuhan yang terjadi dengan dua variable terbuka seperti itu, di seluruh muka bumi dan selama kehidupan manusia.

Barangkali ada yang masih penasaran dengan ceritanya, bisa dibaca berikut ini:

Allah Berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آَدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآَخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (27) لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ (28) إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ (29) فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ (30) فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْأَةَ أَخِيهِ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْأَةَ أَخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ (31)

Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah tentang dua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya , ketika keduanya mempersembahkan korban , maka di terima dari salah seorang dari mereka berdua (habil) dan tidak di terima dari yang lain (Qabil) . Ia berkata (Qabil): Aku pasti akan membunuhmu!. Berkata Habil: Seungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.Sungguh kalau kamu menggerakan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan mengerakan tanganku untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zhalim.Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah dia diantara orang-orang yang merugi.Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak mengali-gali dibumi untuk memperlihatka kepada (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagk ini, lalu aku dapat menguburkan mayat suaraku ini ? karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang yang menyesal. (QS.Al-Maidah:27-31).

Dan dari Ibnu Masud Nabi shallallahu laihi wasalam bersabda:

لا تقتل نفس ظلما إلا كان على ابن آدم الأول كفل من دمها لأنه أول من سن القتل

Artinya: Tidaklah suatu jiwa terbunuh secara zhalim melainkan anak adam yang pertama (Qobil), turut mendapatkan dosa dari tertumpahnya darah tersebut karena dia adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan.(HR. al-Bukhari)

Dalam analisa awam saya, kata kuncinya adalah ‘Proses Duplikasi’, yang istilah ini bagi sebagian orang tidak asing lagi terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia jaringan atau networking, yaitu suatu proses dimana dia menularkan idenya atau pikirannya atau pengetahuannya atau kemampuannya atau aktivitasnya atau apapun kepada orang lain dan sebagai hasilnya orang baru tersebut mirip cerminan orang yang telah berhasil menduplikasikan dirinya. Dengan begitu sebagai buah dari proses ini, apabila orang hasil duplikasi ini melakukan aktivitasnya maka orang yang terduplikasi akan mendapatkan bonus. Kenapa bisa begitu, Wallahu ‘a’lam, tapi menurut saya itu sudah aturan main kehidupan dari Allah.

Dan yang harus kita ketahui adalah proses duplikasi inipun terjadi dalam diri kita juga, baik itu kita sadari ataupun tidak, baik itu kita inginkan atapun tidak, prosesnya akan terus berlangsung. Barangkali Mbah Qobil pun juga tidak menghendaki amal buruk itu terduplikasi dari dirinya, karena ternyata demikian dahsyat banyaknya bonus dosa yang harus dia terima. Dan pastinya, kita juga tidak menginginkan yang terduplikasi dari kita itu yang amal buruk, oleh karena itu kita juga pasti akan tahu apa yang harus kita perbuat untuk menghindari itu. Diantaranya dengan tidak berbuat keburukan dimuka umum dan dimanapun atau dengan tidak membuka aib ataupun keburukan kita kepada orang lain, dan semua itu IsnyAllah akan diampuni Allah kalau kita mau bertobat.

Ada kabar yang menguntungkan kita sebenarnya dari keajaiban proses duplikasi ini, mari kita cermati hadits berikut.

Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda :

Artinya : Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya (HR Abu Hurairah)

Ilmu yang bermanfaat, disebut sebagai salah satu amal yang tidak terputus karena ilmu kebaikan itu yang akan diajarkan dari generasi ke generasi dan itu akan dicatat menjadi amal kebaikan bagi pemberi ilmu tersebut meskipun orangnya sudah tidak dapat mengajarkan kebaikan lagi ataupun sudah meninggal dunia. Dan ilmu disini dalam arti yang sangat luas, bisa berupa ide kita, pengetahuan kita, kemampuan kita, atau apapun yang itu bisa membuat orang lain menjadi lebih baik dan bisa mengantarkan orang lain ke surga. Mungkin inilah yang kemudian bisa kita analogikan seperti MLM amal, semakin banyak yang menduplikasi amal baik kita, InsyaAllah semakin banyak pula tabungan pahala di bank akherat kita, dan itu akan terus berlangsung seperti itu sampai HariAkhir datang.

Kalau kita meyakini isi hadits tentang amal yang tak terputus tersebut diatas, kenapa nggak sejak sekarang saja kita bersegera menduplikasikan ilmu dam amal baik kita, sebelum hari yang dijanjikan pasti itu datang.

Allahu Alam.

Written by arifunasiin

6 Comments

Myself

tidak ada asal usulnya penamaan kedua anak Adam dgn Habil & Qabil pada agama kita.. banyak kitab tafsir yang menyebutkan, namun yang benar bahwa itu semua berasal dari riwayat Israiliyat…
Wallahu a’lam.

arifunasiin

jazakillah atas koreksinya mba’, maklum lagi mulai belajar islam..
sebenarnya saya cuma ingin mengambil ibroh/pelajaran dari kisah tersebut buat saya sendiri, makanya karena takut salah saya publish biar ada koreksi-koreksi kalau ada yang saya presepsikan itu salah.
nama Qabil & Habil itu saya ambil dari uraian Tafsir Ibnu Katsir yang disusun oleh dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh Jilid 3 halaman 66-72, disitu memang disebutkan menurut jumhur ulama’ kedua keturunan Adam itu bernama “Qabil & Habil”.
kami tunggu koreksi-koreksi berikutnya mba’ Myself.

penuai

Siapa yang mengajarkan Qabil membunuh ??, Adamkah ??
Adam jatuh ke dalam dosa “kecil” sehingga melahirkan seorang pembunuh.
Qabil sang pembunuh kemudian melahirkan generasi yang lebih daripada pembunuh.

Bukankah aku seharusnya lahir dalam keadaan suci ?, sebagaimana Qabil juga lahir ddan tidak pernah diajarkan Adam untuk membunuh ??
Kenapa ada niat untuk berbuat dosa dalam diriku ?

(heheheh maaf cuman mo berpuisi saja)

Nice blog…thanx

teguh

kalau boleh berkontradiksi, Sangat kasihan Qabil sang pembunuh jika menanggung seberat duplikasi jumlah umat manusia. Bagaimana kalau hewan juga melihat? mereka juga punya naluri? Apakah menjadi faktor duplikasi juga? Jika dirunut akan bertambah kasihan juga? Tapi mudah2 an Bang Qobil masih ada Iman Islam. Sehingga besok di akhirat mudah2 kita bisa bertanya kenapa dia bertindak seperti itu besok 😀

Comments are closed.